Selamat Datang Di Halaman Kami!!!

Sabtu, 05 November 2011

Remaja Karyatani

Entah bagamana nasib remaja Karyatani sekaranag ini. Namun yang pasti, sebelum pengaruh negatif modernisasi mempengaruhi para generasi Karyatani, Kita harus peduli bahwa remaja Karyatani  tidak akan jadi sumber masalah. Dan kepedulian itu terjadi apabila kita peduli akan keberadaannya, ikut memberi perhatian pada remaja Karyatani, serta membantu remaja mengatasi masalahnya. Dengan kata lain ikut ”membukakan pintu” sebagai jalan keluar bagi remaja yang bermasalah atau remaja yang terancam masalah.

Sebenarnya para remaja bukanlah sumber masalah...

Semua orang pernah remaja, akan remaja, atau sedang remaja. Sehingga apabila ada orang menyalahkan remaja secara ”membabi buta”, merupakan balas dendam atas perilaku yang dia terima dahulu ketika remaja.

Perlu diketahui bahwa masa remaja adalah fase bingung. Bingung jati dirinya, bingung menentukan antara benar salah, bingung menunjukan diri ada dan bisa berprestasi, bingung bagaimana supaya diakui teman sebaya, dan kebingungan lain yang membuat remaja bermasalah.

Remaja sebagai masa peralihan antara kanak-kanak ke masa dewasa merupakan periode pencarian identitas diri yang membuat remaja mudah terpengaruh lingkungan. Rasa ingin tahu yang besar serta kuatnya pengaruh sebaya jadi salah satu faktor risiko bagi remaja untuk terjun ke hal negatif. 

Dan perlu kita ketahui, remaja juga punya hak-hak yang melindungi dan menunjukan sisi positif keberadaannya. UU yang disahkan pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2005 tersebut antara lain Hak untuk menjadi diri sendiri dalam artian bebas mengekspresikan diri, membuat keputusan, menjadi aman; Hak untuk tahu dalam artian berhak tahu tentang kesehatannya, dan hak untuk terlibat dalam segala hal dalam kebijakan pemerintah tentang remaja.

Sekaranglah saatnya kita memperhatikan nasib remaja Karyatani untuk masa depan yang lebih baik. 


Mudah2an ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar